Tips Meningkatkan Konversi Menggunakan Google Website Optimizer

Tips Meningkatkan Konversi Menggunakan Google Website Optimizer

181
0
Google-Website-Optimizer

Tips Meningkatkan Konversi Menggunakan Google Website Optimizer. Apa yang dimaksud dengan Google Website Optimizer?

Google Website Optimizer memudahkan Anda melakukan tes atas website Anda dengan dua cara:

  • Tes A/ B
  • Tes Multivariable
Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Portal Berita Riau
Dapatkan informasi dan berita terupdate untuk daerah Riau dan sekitarnya, Terpercaya dan Tedepan!
http://berita.riauniaga.com

Ads by Fullblogging

Tes A/ B memudahkan Anda melakukan tes secara menyeluruh pada semua bagian website. Anda bisa mengubah konten, tampilan, nuansa website serta membuat modifikasi. Anda memiliki banyak kemungkinan yang bisa dites dengan cara ini. Tes A/ B cocok untuk website yang trafiknya belum terlalu tinggi.

Multivariabel tes memudahkan Anda melakukan tes pada beberapa variable website Anda sekaligus. Misalnya, Anda  bisa melakukan tes untuk judul dan isi konten promosi sekaligus dalam 3 variasi untuk menemukan mana yang paling banyak mendapatkan respon dari pengunjung website Anda. Tes multivariable ini lebih rumit namun lebih optimal dilakukan untuk website dengan trafik yang tinggi.

Google Optimizer dari Google Inc.

Dengan menggunakan layanan Google Optimizer Anda bisa melakukan eksperiment. Eksperiment ini bertujuan melihat struktur dan desain konten seperti apa yang lebih menghasilkan konversi lebih besar.

Nah jika Anda sudah tahu mana yang lebih baik, gunakan desain dan struktur itu untuk membuat konten selanjutnya. Dan gunakan hasil yang lebih baik, kemudian buang yang lebih buruk. Sederhana, bukan?

Eksperimen ini lebih sering disebut “split tested A/B”. Meski pun sebenarnya Anda bisa melakukan multiple testing. Tetapi sebagai permulaan, kita mulai dulu dengan A/B.

Cara kerja testing ini adalah menampilkan bentuk/desain/struktur halaman yang berbeda kepada visitors secara random. Setiap visitors akan melihat satu variasi, dan tidak bisa melihat variasi lain.

Jadi Anda tidak perlu khawatir tentang users experience, karena visitors Anda tidak akan tahu mereka sedang dalam kerangka eksperiment ini.

Cara Penggunaan Google Website Optimezer.

Khusus cara penggunaan Google Website Optimezer ini kami kutip dari blognya Kang Ronald yang telah di lengkapi oleh maskolis 🙂

Berikut ini adalah panduan menggunakan Website Optimizer dari Google sehingga kita bisa melakukan split testing. Split testing adalah experiment untuk menentukan content seperti apa yang memiliki conversion paling besar. Untuk menggunakan Google Website Optimizer, Anda harus memiliki account Adwords terlebih dahulu. Mendaftarlah Google Adwords terlebih dahulu dengan link ini GoogleAdwords

#Baca juga :   Mengapa Harus Bisnis Internet

Setelah itu, Anda akan diminta melakukan aktivasi adwords sebesar $5. Hanya 1 kali seumur hidup. Nah, dengan memiliki Google Adwords, Anda dapat mengiklankan website Anda menggunakan PPC (Pay Per Click). Namun kali ini saya tidak akan membahas itu. Setelah Anda login ke dalam account Google Adwords Anda, akan ada pilihan menu menuju ke website optimizer seperti gambar di bawah ini : Google Website Optimezer

Akan terlihat bahwa Anda belum memiliki experiment apapun. Klik link “add new experiment”
Google Website Optimezer
Nah, akan ada 2 pilihan lagi. Yang pertama yaitu pilihan untuk mengetest 2 page yang berbeda. Sedangkan pilihan kedua digunakan untuk mengetest kombinasi content. Perbedaannya seperti ini:
  • Pada A/B experiment, Google hanya akan merandom 2 halaman. Beberapa visitor akan masuk ke page A, dan beberapa visitor lainnya akan masuk ke page B.
  • Pada Multivariant Experiment, Google dapat mengkombinasikan rotasi berbagai content di dalamnya. Misalkan kita punya headline A dan B dan paragraf C dan D. Google akan merotasi kemunculan semua kombinasi. Berapa jumlah conversion A dan C, A dan D, B dan C, dan B dan D.
Saat ini kita hanya mencoba yang mudah saja, jadi pilihlah yang atas.
Google Website Optimezer3
Lanjutkan dengan mengklik tombol “continue”
Tips Meningkatkan Konversi
Masukkan nama experiment Anda. Berikan nama yang mudah diingat supaya mudah diingat (hehe :P )
Tips Meningkatkan Konversi
Kemudian ketikkan halaman yang akan dieksperimen. Pertama2, Anda harus sudah mengupload dulu file2 yang akan dirotate. Pada contoh yang saya berikan, saya meng-upload file index1.html dan index2.html. Lalu ketikkan file yang original, dan satu lagi file variasi berikutnya. Berikan nama yang spesifik supaya mudah diingat. Anda bisa saja langsung memasukkan nama domain Anda, dan otomatis dia akan mengarah ke file bernama index.
Tips Meningkatkan Konversi
Setelah itu, tuliskan ke mana visitor akan dialihkan apabila terjadi conversion. Masukkan link halaman yang akan dituju setelah visitor subscribe atau setelah memasuki halaman yang dituju.
Tips Meningkatkan Konversi
Setelah mengklik tombol continue, berikutnya akan ditanyakan, apakah Anda ingin mengkonfigurasi sendiri atau tidak. Tentu saja pilih yang pilihan kedua, yaitu mengkonfigurasi sendiri.
 Tips Meningkatkan Konversi
Halaman berikutnya akan meminta Anda memasukkan kode
Tips Meningkatkan KonversiMasukkan script yang diminta ke dalam bagian akhir dari file HTML Anda. Bahasa teknisnya, copy-paste script yang diberikan dan taruh di sebelum tag </body>
Tips Meningkatkan Konversi
setelah itu masukkan script berikutnya ke halaman conversion, letakkan sebelum tag </body>. Kalau sudah, klik validate pages.
 Google Website Optimezer12
Kalau semuanya sudah dimasukkan dengan benar, ketiga bagian tersebut akan dicentang. Lalu klik ok. Kalau belum benar berarti perbaiki dulu.
Halaman berikutnya hanya menampilkan detil eksperimen
Google Website Optimezer13
Klik tombol “Start Experiment” untuk memulai split testing Anda.
Kalau sudah diklik, seperti ini tampilannya
Google Website Optimezer14
Dan ini adalah layar experiment tempat Anda akan menganalisis, page mana yang paling baik
Google Website Optimezer15
Conversion visitor merupakan jumlah orang yang subscribe (masuk ke halaman conversion) / total pengunjung yang melihat page tersebut.
Berikut adalah contoh website saya yang lain yang sudah berjalan experimentnya:
Google Website Optimizer
Untuk melihat report, klik link “view report”. Data yang diperlihatkan yaitu total visitors sejumlah 112 dan subscribernya 36. Artinya 32% conversion rate.
Google Website Optimezer16
Nah, ini hasil report nya. Terlihat bahwa page 1 memiliki conversion rate yang lebih besar yaitu 18 dari 54 artinya 60%. Sedangkan page 2 memiliki conversion rate yang lebih kecilyaitu 18/58 atau 39%. John Reese mengatakan untuk menunggu sampai 100 baru bisa diputuskan, content mana yang lebih baik. Lebih besar dari 100 tentunya lebih akurat lagi.
Dengan menggunakan split testing, kita akan terus mengoptimisasi landing page kita dan memaksimalkan conversion rate. Demikian tadi artikel singkat tentang panduan Google Website Optimizer untuk Split Testing, kalau ada pertanyaan anda bisa tanya melalui link di bawah ini.

TINGGALKAN KOMENTAR