Sedekah Yang Benar

Sedekah Yang Benar

165
0

Salam Hangat Sahabat

Cara Sedekah Yang Benar. Bagaimana sih Sedekah Yang Benar ini kita lakukan? apa saja syarat dan adabnya. Mari kita bahas ya 🙂

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Portal Berita Riau
Dapatkan informasi dan berita terupdate untuk daerah Riau dan sekitarnya, Terpercaya dan Tedepan!
http://berita.riauniaga.com

Ads by Fullblogging

Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah SWT yang artinya :

”Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS An Nisaa [4]: 114).

Cara Sedekah Yang Benar

Adapun adab dan etika dalam bersedekah, antara lain:

– Ikhlas
Bersedekah hanya mengharapkan ridha Allah semata. Seorang muslim sadar bahwa syariat sedekah membawa banyak manfaat bagi orang lain. Ia senang dapat membantu sesama, menolong sahabat, kerabat dan tetangga. Meskipun tidak memahami manfaat kesehatan bagi dirinya, dengan kepahamannya akan syariat tersebut, ia rutin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

– Mendahulukan Kerabat
Hidup ini memang unik dan menarik. Jika ada lima saudara kandung, belum tentu semuanya pintar. Belum tentu semuanya berkecukupan secara ekonomi. Belum tentu semuanya sehat wal’afiat. Semuanya bervariasi dan beragam. Ada yang mempunyai kelebihan dibidang tertentu, namun lemah dibidang yang lain.

#Baca juga :   Batalkah Puasa Kita? Jika Mimpi Basah Di Siang Bolong?

– Sembunyi-Sembunyi
Adab tersebut membantu meningkatkan keikhlasan dan lebih mendekatkan diri pada Allah, seraya lebih mudah menghindarkaan riya’ maupun sum’ah. Namun demikian, tidak berarti sedekah secara terang-terangan dilarang. Ketika keadaan menuntut untuk diterangkan agar memotiviasi orang lain, maka hal itu tidak mengapa untuk dilakukan.

– Menggunakan Harta yang Halal, Baik dan Dicintai
Syarat mutlak diterimanya sedekah adalah bersedekah dengan menggunakan harta yang halal. Namun, dalam adab sedekah, harta yang halal saja belum cukup. Akan lebih beradab ketika harta itu juga baik dan kita senangi sehingga kita merasa berat untuk menyedekahkannya.

– Tidak Mengungkit-Ungkit dan Menyakiti Orang yang Menerima Sedekah
Sudah menjadi tabi’at manusia disisi yang buruk, yaitu selalu ingin dianggap telah berjasa oleh orang lain. Meskipun tidak salah seratus persen, tabi’at tersebut sering kali menjerumuskan. Karena ingin dianggap berjasa, orang biasanya menyebutkan kegiatan-kegiatannya dan amal-amalnya yang telah ia lakukan, baik dihadapan perseorangan maupun di hadapan forum. Ini di satu sisi. Dan pada saat bersamaan, ia mengecilkan kontribusi orang lain.

– Jaga Sikap dan tingkah Laku
Beragam sikap mutashaddiq setelah mengeluarkan hartaanya. Ada yang biasa-biasa saja. Artinya, ia tidak merasa dirinya telah bersedekah sehingga tidak tampak perubahan sebelum atau sesudah bersedekah. Orang tidak mengetahui bahwa ia telah bersedekah dengan nominal banyak, tidak akan tahu bahwa orang di hadapannya adalah mutashaddiq kelas berat.

#Baca juga :   Sedekah Rasulullah صلي الله عليه وسلم

– Tepat Waktu
Waktu adalah nyawa, begitu Islam mengajarkan. Jika terlambat lima menit saja, harimau itu pasti akan melahap sang kancil. Untung sudah beberapa menit sebelum harimau itu datang. Untung masuk ruangan satu menit yang lalu, kalau tidak ia tidak dapat mengikuti ujian dan dinyatakan gagal. Untung dan untung bagi siapa saja yang menepati waktunya.

– Bersedekah Pada Saat Lapang dan Sempit

Lapang atau sempit seringkali berkaitan dengan iman. Ketika iman seseorang kuat, nominal harta yang dimilikinya terasa cukup dan ia un dengan mudah untuk bersyukur dan bersedekah. Akan tetapi, ketika hati menjadi tamak dan iman sedang menurun, maka kekurangan-kekurangan materi terasa menghantui setiap saat, berat hati untuk bersedekah, berat rasa untuk memberi. Kalau bisa, ia ingin diberi oleh yang lain.

Begitulah etika dan adab sedekah yang dapat kami paparkan, jadi sudah seharusnya etika dan adab harus benar-benar diperhatikan. Tentunya agar Sedekah yang kita keluarkan sesuai dengan anjuran rasulullah SAW.

Semoga Bermanfaat

TINGGALKAN KOMENTAR