Hmmm…Ternyata Pulang Mudik Ke Madura, Sulitnya Minta Ampun!

Hmmm…Ternyata Pulang Mudik Ke Madura, Sulitnya Minta Ampun!

155
0
mudik ke madura

Hmmm…Ternyata Pulang Mudik Ke Madura, Sulitnya Minta Ampun!…. 

Bangkalan – Paguyuban Angkutan Umum Jokotole, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menyiapkan angkutan umum khusus malam hari selama arus mudik Lebaran. Ketua Paguyuban Jokotole Jimhur Saros mengatakan kebijakan itu dibuat agar tidak ada pemudik yang telantar karena sulit mendapat angkutan pada malam hari. “Belum dipastikan berapa jumlahnya karena harus dirapatkan dulu. Yang pasti ada,” katanya, Kamis, 25 Juni 2015.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Portal Berita Riau
Dapatkan informasi dan berita terupdate untuk daerah Riau dan sekitarnya, Terpercaya dan Tedepan!
http://berita.riauniaga.com

Ads by Fullblogging

Pada Lebaran tahun lalu, banyak pemudik yang tiba malam hari, baik yang menyeberang lewat Pelabuhan Kamal atau pemudik yang melintas di Jembatan Suramadu menggunakan bis, telantar karena sulit menemukan kendaraan yang akan mengantarkan sampai desa tujuan. “Pemerintah harus terlibat. Sebab tidak mungkin angkutan kami mengantar pemudik sampai ke pelosok desa tanpa jaminan keamanan,” kata Jimhur.

#Baca juga :   Makna Sedekah

Meski saat ini arus mudik belum padat, sulitnya mudik ke Bangkalan dirasakan betul oleh Hamdi, pemudik asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Hamdi mudik lebih awal pada Kamis pekan lalu menggunakan kapal laut.

Kapal yang ditumpangi Hamdi baru sandar jam 09.30 di Pelabuhan Tanjung Perak, atau molor dua jam dari jadwal. Setelah turun kapal, Hamdi langsung menuju dermaga Ujung untuk menyeberang ke Madura. “Tapi petugas bilang sudah tidak ada kapal karena kapal terakhir jam 09.00 malam,” kata petugas pelabuhan seperti ditirukan Hamdi.

Karena takut kemalaman sampai rumah, Hamdi naik ojek dari Surabaya. Meski Suramadu gratis untuk roda dua, tukang ojeknya meminta ongkos Rp 100 ribu. “Seratus ribu tidak sampai rumah, hanya sampai Tangkel,” Hamdi mengenang.

#Baca juga :   Apa Itu Hadits Hasan

Setibanya di Tangkel, Hamdi tak menemukan satu pun taksi. Hanya tukang ojek menawarkan jasa dengan harga mahal. Tiga jam menunggu, tak betah dan lelah, Hamdi akhirnya naik ojek juga dengan tarif Rp 70 ribu dari Tangkel ke Desa Jaddih, Kecamatan Socah. “Kasian pemudik. Sulit menemukan angkot ini bisa menyebabkan biaya mudik naik dua kali lipat,” ucap Hamdi.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Bangkalan Agung Firmansyah mengatakan belum membahas khusus masalah tersebut. Namun biasanya jika yang telantar dalam jumlah besar, pihaknya akan mengangkut mereka dengan truk hingga sampai ke tujuan. “Biasanya pemudik minta dijemput sama keluarganya kalau sulit dapat angkutan,” katanya.

Sumber : MUSTHOFA BISRI – tempo.co

TINGGALKAN KOMENTAR